Setetah tertunda beberapa lama, akhirnya kopdar blogger Batam yg terwadahi dalam Batam Bogger Community dapat kopi darat di angkringan Mega Legenda Batam Center.



Ya, jangan tanya “Apa ini?”! Karena sudah jelas jawabannya adalah “Sampah”. Tapi jika kamu masih penasaran maka saya akan cerita sedikit.
Pagi ini saya akan ke Kota Tanjungpinang, sesuai janji dengan Pak Boz saya menunggu beliaunya di depan perumahan kami. Dengan penuh semangat saya berangkat sambil mengantar anak-anak pergi ke sekolah yang tidak jauh dari rumah. Namun alangkah terkejutnya saya saat sampai di depan perumahan kami ada sampah menggunung di sana. Wah, sudah beberapa hari sampah di sana tidak dianggut oleh petugas/dinas/instansi penanganan sampah. (si)apa ya? Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota? Atau pihak swasta yg telah ditunjuk? Yang jelas sampah yang menggunung itu bukan cuma dari perumahan kami yang tidak seberapa, tapi dari masyarakat sekitar yang sampah di rumah/toko/warung-nya jarang (baca: tidak pernah) diambil oleh petugas.
Warga dan perangkat RT/RW di lingkungan juga sudah mulai resah melihat ini, bahkan beberapa waktu lalu memutuskan untuk memindah tempat sampah itu ke dalam lingkungan perumahan dengan harapan sampah yang ditampung adalah sampah kami sendiri sehingga lebih bisa kami kontrol kerapiannya. Tidak seperti sekarang, semua orang seenaknya membuang sampah di luar tempat sampah.
Sekedar mengingatkan yg belum tahu dan memberi tahu yg sudah lupa.
Bahwa batas akhir akta lahir dispensasi (kelahiran di atas 1 tahun tanpa harus memerlukan keputusan pengadilan negeri) tahun 2011 di Kota Batam (dan lainnya) adalah akhir Desember ini.
Yang belum punya akta lahir untuk anaknya, segera diurus.
Tak seperti biasanya, tadi siang rasa kantuk tak hinggap di mataku. Entah karena suara khotib yg meledak-ledak atau karena isi khutbahnya yang singkat tapi padat.
Bagi saya, isi khutbah tadi sangat mengena dg kehidupan saya pribadi (mungkin juga kamu!). Kurang lebih isinya sbb. :
Nanti di akhirat akan ada empat golongan yang berargumen kepada Allah SWT namun Allah mementahkannya dengan empat nabi-Nya.
Pertama, golongan orang kaya. Mereka (meninggalkan ibadah kepada Allah) berkata “Ya Tuhan kami, kami sangatlah disibukkan dengan harta2 kami, pekerjaan2 kami, proyek2 kami, ternak2 kami. Harta2 kami telah menghalangi kami (dari beribadah kepadaMu).” Allah SWT menjawab “Apakah kalian lebih kaya dari Sulaiman (a.s.)? Telah kami tundukkan kepadanya kerajaan2, binatang dan jin. Tapi ia tetap beribadah kepadaKu.”
Kedua, golongan budak. Mereka berkata “Ya Allah, kami ini budak, buruh, jongos, pekerja. Kami harus mejalankan perintah2 majikan kami, bos kami, atasan kami. Karena menjalankan perintah2 mereka itu kami tidak beribadah kepadaMu.” Lalu Allah SWT menjawab”Hambaku yang bernama Yusuf (a.s.) itu juga budak! Tapi ia tetap beribadah kepadaKu.”
Ketiga, golongan fakir. Mereka berkata “Ya Allah, kami di dunia hidup dalam kefakiran. Kefakiranlah yang menghalangi kami untuk beribadah kepadaMu.” Allah SWT menjawab “Lebih fakir mana kalian dengan Isa (a.s.)? Ia lebih fakir namun ia tetap beribadah kepadaKu.”
Terakhir, golongan orang2 sakit/cacat. Mereka berkata “Ya tuhan kami! Penyakit kami telah menghalangi kami untuk beribadah kepadaMu!” Lalu Allah SWTpun menjawab “Hambaku yang bernama Ayub (a.s.) telah kuberikan penyakit yang sangat. Hampir semua manusia menjahuinya karena penyakitnya itu. Tapi ia tetap beribadah kepadaKu.”
Lalu, alasan apa lagi?
Sore ini di Batam terasa sejuk karena habis diguyur hujan. Tak terasa sudah jam pulang, jam empat sore! Sampai di rumah anak2 masih mengaji di depan rumah. Ah, dari pada penat dibiarkan terus mengerogoti semangat hidup maka kuputuskan untuk membuat kopi capucino. Sedap…! Mau?







